Saturday, April 20, 2013

KOORDINASI DALAM MANAJEMEN KEPEMIMPINAN



Setiap lembaga sebagai oraganisasi dalam usaha untuk mencapai tujuannya  secara efektif memerlukan adanya  koordinasi dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan pembagian tugasnya masing-masing. Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan tidak terjadi pekerjaan yang tumpang tindih. Tanpa koordinasi sulit diharapkan tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Fungsi   koordinasi dalam organisasi seperti halnya group musik yang menghasilkan suatu melodi yang merdu. Masing-masing anggota group memainkan alat musiknya sesuai dengan fungsinya.  
Dalam berkoordinasi tentu terjadi negosiasi-negosiasi untuk mendapatkan kesepakatan. Salah satu tugas manajer adalah mengkoordinasikan pekerjaan individu, kelompok, dan organisasi melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya. Koordinasi dalam kenyataannya mudah diucapkan tetapi sulit dilakukan. DalamT tulisan sederhana ini disyajikan  pengertian koordinasi, manfaat  koordinasi,  prinsip koordinasi, dan ciri-ciri koordinasi yang efektif.
         Koordinasi menurut Chung & Megginson (1981) dapat didefinisikan sebagai proses motivasi, memimpin, dan mengkomunikasikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. Sutisna (1989) mendefinisikan koordinasi ialah proses mempersatukan sumbanga-sumbangan dari orang-orang, bahan, dan sumber-sumber lain ke arah tercapainya maksud-maksud yang telah ditetapkan. Anonim (2003) mendefinisikan koordinasi ialah suatu sistem dan proses interaksi untuk mewujudkan keterpaduan, keserasian, dan kesederhanaan berbagai kegiatan inter dan antar institusi-institusi di masyarakat melalui komunikasi dan dialog-dialog antar berbagai individu dengan menggunakan sistem informasi manajemen, dan teknologi informasi.         
             Berdasarkan pendapat para pakar dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan koordinasi ialah proses mengintegrasikan (memadukan), mensinkronisasikan, dan menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara terus-menerus untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Tanpa adanya koordinasi, individu-individu dan bagian-bagian akan tidak dapat melihat peran mereka dalam suatu organisasi. Mereka akan  terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan pribadi (ego sektoral) dan bahkan sampai mengorbankan sasaran-sararan organisasi yang lebih luas.
             Koordinasi adalah bagian penting dalam organisasi atau lembaga yang meliputi  unit-unit kerjai , lebih-lebih organisasi itu sangat besar. Semakin besar suatu lembaga/organisasi semakin banyak  unit-unit kerja bermacam-macam  yang erat hubungannya, semakin besar pula kemungkinan terjadinya masalah-masalah koordinasi.
              Pendekatan yang digunakan dalam koordinasi adalah pendekatan sistem. Dengan pendekatan sistem memandang koordinasi sebagai pengintegrasian, pensinkronisasian, dan penyederhanaan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara terus-menerus oleh sejumlah individu atau unit sehingga semuanya bersatu dalam jumlah yang tepat, mutu yang tepat, tempat yang tepat, dan waKepala Sekolah yang tepat dalam  mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Dengan koordinasi terjadi keseimbangan sejumlah bagian yang berlainan dengan menyelaraskan interaksinya sehingga keseluruhan organisasi bergerak ke suatu tujuan yang sudah ditentukan secara efektif dan efisien sebagai suatu sistem. 
            Hakekat pekerjaan seorang manajer menurut Gibson, et.al. (2003) adalah mengkoordinasikan tugas individu, kelompok, dan organisasi dengan empat fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading, and controlling untuk mencapai tujuan individu, kelompok, dan organisasi secara efektif. Untuk memperjelas pernyataan di atas, Gibson, et.al. (2003)

c.   Manfaat Koordinasi
Koordinasi bermanfaat bagi KEPALA SEKOLAH:
1.   untuk mewujudkan KISS (koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan  simplifikasi) agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien; 
2.   memecahkan berbagai konflik kepentingan berbagai pihak yang terkait;
3.   agar manajer pendidikan mampu  mengintegrasikan dan mensinkronkan  pelaksanaan tugas-tugasnya dengan stakeholders  pendidikan yang saling bergantungan, semakin besar ketergantungan dari unit-unit,  semakin besar pula kebutuhan akan pengkoordinasian;
4.   agar manajer pendidikan mampu mengkoordinasikan                pembangunan sektor pendidikan dengan pengembangan sektor-sektor lainnya;
5.   agar manajer pendidikan mampu mengintegrasikan kegiatan fungsional dinas pendidikan dan tujuan-tujuan dari unit organisasi yang terpisah-pisah untuk mencapai tujuan bersama dengan sumberdaya yang terbatas  secara efektif dan efisien;
6.   adanya pembagian kerja di mana semakin besar pembagian kerja, semakin diperlukan pengkordinasian/penyerasian sehingga tidak  terjadi duplikasi atau tumpang tindih pekerjaan yang menyebabkan pemborosan;
7.   untuk mengembangkan dan memelihara hubungan yang baik dan harmonis di antara kegiatan-kegiatan baik fisik maupun nonfisik dengan  stakeholders;
8.   untuk memperlancar pelaksanaan tugas dalam rangka mencapai tujuan   pendidikan dengan sumberdaya pendidikan  yang terbatas;
9.   mencegah terjadinya konflik internal dan eksternal sekolah   yang kontra produktif;
10. mencegah terjadinya kekosongan ruang dan waKepala Sekolah; dan
11. mencegah terjadinya persaingan yang tidak seha.

      d.   Prinsip-prinsip Koordinasi
Prinsip-prinsip koordinasi disingkat KOORDINASI.
.  Kesamaan: sama dalam visi, misi, dan langkah-langkah  untuk
mencapai tujuan bersama (sense of purpose),
. Orientasikan: titik pusatnya pada sekolah (sebagai koordinator)
yang simpul-simpulnya  stakeholders sekolah.
Organisasikan: atur orang-orang yang berkoordinasi untuk
membina sekolah harus berada dalam satu payung
(terorganisasi) sehingga sikap egosektoral dapat
dihindari.
Rumuskan :   nyatakan secara jelas wewenang, tanggung jawab,
dan tugas-tugas masing-masing agar  tidak tumpang
tindih.
Diskusikan:  cari cara yang efektif, efisien, dan komunikatif dalam          
berkoordinasi.
Informasikan: semua hasil diskusi dan keputusan mengalir cepat ke
semua pihak yang ada dalam sistem jaringan
koordinasi (coordination network system)
Negosiasikan: dalam perundingan mencari kesepakatan harus saling
menghormati (team spirit) dan usahakan menang-
menang,  jangan sampai pihak sekolah sebagai 
koordinator justru dirugikan.
Atur jadwal: rencana  kordinasi harus dipatuhi dengan sebaik-
baiknya oleh semua pihak 
Solusikan :satu masalah dalam simpul jaringan harus dirasakan dan                                     
dipecahkan semua stakeholders  dengan sebaik-
baiknya.
. Insyapkan     : setiap harus stakeholders memiliki laporan tertulis
yang lengkap dan siap menginformasikannya sesuai
kebutuhan koordinasi.
e.  Karakteristik Koordinasi yang Efektif
1) Tujuan berkoordinasi tercapai dengan memuaskan semua pihak
terkait.
2)  Koordinator sangat proaktif dan stakeholders  kooperatif.
3) Tidak ada yang mementingkan diri sendiri atau kelompoknya
(egosektoral).
4) Tidak terjadi tumpang tindih tugas.
5) Komitmen semua pihak tinggi.
6) Informasi keputusan mengalir cepat ke semua pihak yang ada
dalam sistem jaringan  koordinasi.
7) Tidak merugikan pihak-pihak yang berkoordinasi.
8) Pelaksanaan tepat waKepala Sekolah.
9) Semua masalah terpecahkan.
10)Tersedianya laporan tertulis yang lengkap dan rinci oleh  masing-
masing stakeholder.
2.  Contoh Koordinasi
Penggunaan kelas, laboratorium, bengkel, sarana dan
prasarana lainnya secara bersama-sama
3. Ringkasan
          Salah satu tugas manajer adalah mengkoordinasikan. Koordinasi ialah proses mengintegrasikan, mensinkronisasikan, dan menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara terus-menerus untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Pendekatan yang digunakan dalam koordinasi adalah pendekatan sistem.            Koordinasi bermanfaat bagi KEPALA SEKOLAH untuk mewujudkan KISS (koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan  simplifikasi) agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Prinsip-prinsip koordinasi disingkat KOORDINASI. Ada 10 karakteristik kodinasi yang efektif.

Daftar Pustaka  
Chung, K.H. & Megginson, L.C. 1981. Organizational Behavior Developing Managerial Skills. New York: Harper & Row, Publishers.
Gibson, J.L., Ivancevich, J.M., Donnelly, J.H., & Konopaske, R.
2003. Organizations: Behavior, Structure, Processes. 11th
Edition. New York: McGraw-Hill Irwin.

0 komentar: